Senin, 07 September 2015

RAGAM KOPI INDONESIA

Kopi Indonesia, Kopi Luwak, Kopi Gayo, Kopi Liberika

Saya memang bukan pecinta kopi, tapi bisa digolongkan sebagai pengikut penikmat kopi. Bukan kopi hitam layaknya penggila kopi, tapi kopi “cepat saji” dengan campuran creamer dan susu meski tanpa gula. Kalau menurut penggemar kopi sejati itu bukan lagi minum kopi tapi lebih tepat dikatakan minum kopi susu.

Menelisik lebih dalam tentang rahasia biji kopi membuat kita paham mengapa begitu banyak kedai kopi yang kian bermunculan di Indonesia. Dari segi produksi kopi Indonesia juga tidak bisa dianggap sebelah mata hingga bisa menempati urutan ketiga terbesar di dunia setelah Brasil dan Kolombia. Berkah Indonesia dengan kondisi iklim vulkanis dan letak geografis yang cocok untuk pertumbuhan biji kopi.

Negara Brasil bisa dikatakan kapasitas produksi kopinya lebih besar. Bisa dibayangkan karena hampir seluruh perkebunan kopi di sana dikuasai oleh negara sehingga proses penanaman dilakukan secara bersamaan. Beda lagi di Indonesia, salah satunya di tanah Gayo, tanah sekitar 100.000 ha tersebut semuanya adalah kebun kopi rakyat.

Bila dibandingkan, biji kopi Indonesia punya kualitas yang lebih baik dibanding negara lain. Menurut Kementrian Perdagangan (Kemendag) mengatakan bahwa kopi Indonesia punya rasa khusus bahkan kopi di berbagai daerah punya rasa yang berbeda-beda dan khas. Pemberian label nama kopi juga disesuaikan daerah kopi tersebut ditanam seperti Gayo, Toraja Roroan Barra, dan Java Raung Bondowoso.

Cita Rasa Kopi Gayo
Kopi gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo dan telah dikembangkan sejak tahun 1908 di tiga kabupaten yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah serta Gayo lues. Tepatnya berada di tengah pegunungan Aceh yang membujur dari bagian utara ke tenggara sepanjang bukit barisan ujung Pulau Sumatera.

Hampir sebagian besar penduduk Gayo berprofesi sebagai petani kopi dengan lahan perkebunan milik sendiri. Kopi jenis arabica banyak dikembangkan di tanah Gayo. Di sini kopi gayo dikenal ramah lingkungan disebut juga sebagai kopi hijau karena proses penanam kopi dilakukan secara organik tanpa bahan kimia.

Cita rasa kopi gayo dinilai jadi salah satu yang terbaik di dunia. Keistimewaan kopi gayo punya cita rasa yang bervariasi dan sangat khas. Letak tanah, kontur tanah, musim, kadar air, serapan sinar matahari dan perawatan kopi mempengaruhi kualitas kopi gayo.

Sifat biji kopi memang mudah menyerap aroma. Biasanya, beberapa biji kopi yang ditanam secara berdampingan dengan tanaman lain punya cita rasa yang berbeda . Atau saat proses penyimpanan yang diletakkan bersama.

Apapun jenis kopinya mulai dari proses penanaman, penyortiran hingga penyimpanan akan berpengaruh terhadap rasa kopi. Perkembangan kopi gayo hingga kini banyak jadi incaran beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Inggris dan Belanda.

Kopi Liberika
Di Indonesia, nama kopi liberika memang tidak setenar kopi robusta dan arabica. Kopi jenis ini sesuai dengan namanya berasal dari wilayah Liberica, Afrika Barat, masuk ke Indonesia pada abad ke-19 ketika kopi arabica terserang hama tanaman. Saat ini kopi liberica banyak ditanam di daerah Jambi dan Bengkulu.

Perbedaannya kopi liberika memiliki tanaman yang lebih besar sekitar 9 meter dari robusta dan arabica. Biji kopinya juga lebih besar bahkan bisa mencapai dua kali lipat dari robusta. Tidak heran bila masyarakat menyebutnya dengan kopi nangka karena bijinya besar. Daun tanaman kopi ini memiliki kafein yang lebih banyak daripada biji kopinya.

Kopi liberika belum banyak dikembangkan di Indonesia karena belum banyak masyarakat yang mengenal kopi liberika. Padahal kopi liberika juga mampu meningkatkan kulitas ekspor salah satunya dari segi harga yang dinilai lebih baik daripada robusta.

Kopi Luwak
Kopi luwak berasal dari kopi robusta atau arabika yang dimakan oleh luwak. Hewan ini akan menelan kopi yang masih dalam bentuk buah kemudian memrosesnya dengan enzim dalam perutnya. Biji buah kopi kemudian terbuang bersama kotorannya. Biji inilah yang kemudian dinamakan kopi luwak.

Selain karena enzim pada perut luwak yang membuat kopi luwak nikmat, luwak mencari kopi yang 90 persen matang untuk dimakan. Luwak mengandalkan daya penciumannya yang tajam untuk mengetahui buah kopi matang atau tidak. Biasanya luwak akan mencari kopi saat malam hari.

Dalam satu pohon luwak hanya akan makan 1-2 buah saja. Dengan begitu kopi yang diambil luwak adalah kopi matang yang nantinya akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan rasa kopi yang dihasilkan. 

0 komentar: