Sabtu, 30 Mei 2015

AJAK SI KECIL MAKAN MAKANAN SEHAT DENGAN MEMBUAT MAKANANNYA SENDIRI

Makanan Sehat, anak sehat, anak mau makan

Semakin bertambahnya usia, si kecil mulai pintar pilih-pilih makanan. Oleh karena itu, ibu sebaiknya memperkenalkan makanan sehat sejak dini. Hal ini bisa dimulai saat mereka mulai mengenal Makanan Pendamping ASI. Anak akan mudah mengingat dan terbiasa dengan rasa makanan yang diberikan semasa kecil. Harapannya ketika masuk usia pertumbuhan, anak dapat mengkonsumsi berbagai jenis bahan makanan.  

Pada masa pertumbuhan, anak sangat membutuhkan asupan makanan yang kaya akan zat gizi. Asupa zat gizi tersebut sangat bermanfaat untuk perkembangan fisik dan motoriknya. Pertumbuhan yang baik ternyata tidak hanya terjadi pada tumbuh kembang fisik tapi juga pada organ-organ yang ada di dalamnya.

Selain membantu mengoptimalkan jaringan tubuh, asupan zat gizi tersebut juga dapat menjaga sistem imun agar si kecil tidak mudah sakit. Menurut Angka kecukupan Gizi (AKG), anak usia 1-3 tahun membutuhkan 1.000 kalori per hari. Sedangkan anak berusia 4-6 tahun membutuhkan asupan 1.550 kalori setiap harinya.

Dengan memberikan nutrisi yang baik tentunya dapat mencegah terjadinya kelebihan berat badan dan obesitas yang saat ini banyak diderita anak-anak. Penyebabnya, karena anak tidak makan secara teratur dan mendapat gizi yang seimbang. Obesitas dapat berdampak panjang terhadap terjadinya pemicu berbagai macam penyakit seperti jantung, hipertensi dan stroke ketika mereka beranjak dewasa kelak.

Oleh karena itu, penting untuk mengajak anak makan makanan sehat. Ibu bisa mulai mengajarkan mereka makan bersama keluarga. Sebaiknya, matikan televisi saat makan agar perhatian si kecil tidak teralihkan. Biasakan agar keluarga mengkonsumsi makanan sehat. Anak akan melihat secara langsung makanan apa yang dikonsumsi oleh orang tuanya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Illinois tahun 2011 mengatakan, bahwa anak yang makan bersama keluarga selama lima kali seminggu akan makan lebih banyak sayur dan buah. Selain itu resiko menderita kekurangan zat gizi juga lebih kecil.

Ibu juga dapat mengajak si kecil untuk membuat makanannya sendiri. Dengan begitu anak akan termotivasi dan mau makan makanannya sendiri. Mereka akan semakin senang ketika bisa bermain dan berkreasi di dapur. Biarkan mereka mengeksplorasi makanannya sendiri. Kemudian hidangkan makanan tersebut menggunakan tempat makan yang lucu agar menarik perhatiannya. Biasanya anak-anak akan senang dengan warna cerah dan lucu. 

Ketika si kecil mulai senang menggambar, anda bisa mengenalkan berbagai jenis bahan makanan melalui buku bacaan bergambar. Sambil bermain bersama, sesekali selipkan beberapa manfaat dari sayuran dan buah. Untuk menarik perhatian si kecil anda dapat memanfaatkan cetakan berbentuk binatang.

Anak-anak memang sangat gemar jajan sebaiknya berikan camilan berupa buah, jus atau smoothie. Ibu juga harus memperhatian jadwal pemberian makan si kecil. Karena ketika waktu makan mendekati waktu ngemil, anak akan mudah menolak makan. Misalnya anak makan pagi pukul 07.00, Ibu bisa memberikan camilan pukul 10.00. Jadi ketika makan siang tiba si kecil sudah merasa lapar. Rata-rata makanan ringan seperti ciky hanya mengandung energi. Sehingga anak akan cepat kenyang setelah ngemil.

Memberikan makanan sehat kepada anak memang tidak mudah. Terkadang beberapa ibu merasa kesulitan menghadapi anak yang mulai menolak makanannya. Menghadapi anak pada fase tutup mulut memang dibutuhkan kesabaran ekstra. Semakin dipaksakan, anak akan semakin menolak makan.

Menurut seorang ahli nutrisi anak, Ellyn Satter RD penulis Child of Mine : Feeding with Love and Good Sense mengatakan, bahwa kunci untuk membuat anak makan hidangan sehat adalah tidak memaksanya. Anak perlu ditawarkan 15 sampai 20 jenis menu yang sama sebelum menikmatinya dan selalu sabar ketika orang tua baru gagal empat kali. Sebuah penelitian juga membuktikan bahwa anak akan menerima makanan setelah terekspos selama 10-15 kali.

0 komentar: