Rabu, 18 Juni 2014

PROSES PENGOLAHAN ISTIMEWA PARMIGIANO REGGIANO


Bila parmesan ada beberapa negara, namun Italia hanya mengenal keju parmigiano reggiano. Ya inilah salah satu makanan andalan di Italia yang sekaligus menjadi produksi keju terbesar di dunia. Parmigiano dikembangkan dengan berbagai teknologi mutakhir. Proses produksinya memang tak jauh berbeda dengan keju di negara lain. Namun, keju yang mendapat julukan “King of Cheese” ini berasal dari produk susu sapi khusus.

Keju parmigiano diproduksi dari susu sapi yang hanya diperbolehkan makan rumput alfalfa. Rumput tersebut berada di daerah Parma, Modena, Bologna dan Reggio-Emilia yang sekaligus digunakan sebagai namanya. Parmagiano berasal dari bahasa Italia yaitu Parma dan Reggiano berasal dari Reggio-Emilia.

Peternak sapi sangat menjaga makanan yang diberikan, termasuk makanan yang bersal dari binatang maupun produk olahan sekalipun. Hasil susu sapi akan sangat menentukan apakah keju tersebut layak menjadi parmigiano reggiano atau tidak. Keju yang tidak layak wajib dibuang. Pihak perusahaan akan menelusuri kapan, darimana asal susu dan pihak peternakan akan ditanyakan makanan sapi mereka.

Aktifitas
Parmegiano memiliki tekstur keras berbentuk bundar seperti drum dan berwarna kuning. “Setiap keju terekomendasi dengan sangat baik. Kami memproduksi 20 roda keju setiap hari dan ditempat penyimpanan ada sekitar 7.000 roda keju yang berada dalam proses pematangan, “ kata Nicolla Chef Executive Officer (CEO) Bartinelli.

Pada malam hari susu didiamkan semalam sampai membentuk gumpalan seperti lapisan krim. Bagian lapisan krim dibuang hingga menyisakan susu, kemudian dimasukkan ke belanga tembaga. Esok harinya susu dicampur dengan susu sapi segar yang datang di pagi hari.

Hasil campuran susu kemudian dipasteurisasi selama 15 menit. Setelah dingin susu akan membentuk gelembung bertekstur lembut. Untuk proses fermentasinya menggunakan whey dari sisa hasil pengendapan keju yang telah dibuat dihari sebelumnya. Bakteri rennet dimasukkan hingga susu menggumpal selama 20 menit.

Adonan kemudian membentuk dadih dan whey. Tekstur dadih dicek dengan cara mengangkat dadih, bila terjatuh sendiri maka dadih siap dimasak. Proses pemasakan selama satu jam akan membentuk dadih seperti spons dan whey. Whey digunakan untuk membuat keju keesokan harinya. Sedangkan calon keju siap dipindahkan kedalam cetakan plastik berbentuk lingkaran.
   

Satu belanga susu hanya didapat dua roda keju. Dalam waktu 8 jam keju telah mengeras dan berubah warna menjadi kuning. Keju yang telah berubah warna dicek dan dicetak dengan tulisan parmigiano reggiano. Kemudian dimasukkan ke cetakan tembaga selama 24 jam.  

Untuk tahap pengawetan dilakukan penggaraman dengan cara direndam selam 20-25 hari. Terkahir adalah proses pemasakan yang berlangsung digudang penyimpanan. Proses pemasakan berlangsung dalam waktu minimal 12 bulan atau bisa sampai dua hingga empat tahun pemasakan.

Setiap 10 hari sekali seorang master keju akan memeriksa tingkat kematangan keju. Tes yang dilakukan dengan memukul palu diseluruh permukaan keju, apakah keju telah matang atau masih memerlukan waktu lagi. Setiap keju yang dihasilkan memiliki tingkat kematangan yang berbeda-beda.    

0 komentar: