Sabtu, 01 Maret 2014

DIET UNTUK PENDERITA AUTIS

Penderita autis membutuhkan penangan khusus tak hanya berasal dari terapi perilaku, terapi wicara, terapi fisik dan terapi kemampuan sosial. Tapi mereka juga membutuhkan pengaturan makan yang tepat dengan menghindari makanan yang mengandung gluten. Makanan yang mengandung gluten disinyalir mampu memperberat gejala penderita autis. Sebuah penelitian menyebutkan adanya hubungan antara gluten dengan perilaku individu dan autisme.  

Penelitian yang dilakukan oleh Penn State College of Medicime menyebutkan bahwa anak penderita autis yang diberikan gluten dan casein pada susunya mengalami gejala peningkatan autisme dan perilaku yang tidak terkendali. Penelitian yang dilakukan oleh Mailman School of Public Health menemukan bakteri pada usus anak autis yang berbeda dengan anak non-autis pada umumnya. Anak penderita autis juga mengalami masalah pada proses pencernaan khususnya dalam mencerna susu.

Dalam tubuh, penderita autis tidak mampu mencerna protein dari gluten dan casein dengan sempurna. Protein yang belum sempuran tersebut masuk ke tubuh menghasilkan enzim protein yang mirip dengan morfin. Oleh karena itu, tingkah laku mereka menjadi hiperaktif atau terlalu senang.

Selain itu gejala umum yang sering terjadi pada penderita autis adalah diare, kembung, dan nyeri gastroistestinal. Peradangan usus tersebut biasanya disebabkan kepekaan terhadap makanan dan aktivitas bakteri sehat dalam usus.

Hindari makanan yang mengandung gluten seperti roti, mie, sereal, rye, barley, oat dan pasta. Selain itu beberapa makanan yang mengandung kasein yang terdapat pada olahan susu seperti ice cream, yoghurt, mentega dan keju. Hindari pula penggunaan zat aditif seperti pewarna buatan, pengawet dan MSG.

Beberapa orang memang menganggap bahwa hal ini memang tidak mudah. Namun para orang tua bisa mulai mengurangi makanan yang mengandung gluten dan kasein secara bertahap. Agar anak autis tidak mengalami kekurangan gizi pada proses pertumbuhannya dibutuhkan suplemen vitamin D dan kalsium. Selain itu para orang tua bisa mendapatkan seumber protein dari telur, daging, sayur, buah dan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang. 

0 komentar: